Dadalang simpur bamain wayang, Wayang asalnya kulit kijang, Agung dan sarun babun dikancang, Kalir bapasang di atas gadang. Wayang artinya si bayang – bayang, Antara kadap silawan tarang, Samula majas harus dipandang, Simpur balakun hanya saurang. Samar bagung sinala garing, Sijambulita suara nyaring, Ampat syariat amatlah panting, Siapa handak mancari haning. Pemakaian naskah harus seijin penulis melalui rifkifaizal.rf@gmail.com
Selasa, 23 Juni 2015
Hai Pujangga
atau mencoba menjadimu
atau hanya penikmatmu
andai kita hidup di masa yang sama
tentu kita menjadi yang sama
hai si burung merak
kau sudah terbang tinggi
jauh jauh jauh sekali
melampaui pikiranku akan pujangga
hai si ceking dan sedikit cadel
terlalu kamu jauh
tak tau arah mencarimu
mencoba menjadi pujangga seperti pujangga
pujangga yang yang hanya diam
diam berkicau tak terbang
andai kita hidup di masa yang sama
terbanglah kita bersama
jauh jauh jauh sekali
bukan hanya jadi diam berkicau
berkicau tak terbang
Sepertiga Malam
deretan meja panjang menjadi pangkuan
sumber angin menggeleng geleng menggodaku
ada dua matahari atau bulan diatasku
layar putih menyilaukan pikiranku
di arah jarum jam sebelas mengoceh tak karuan
sayup-sayup terdengar desahan udara berwujud angin
yang mengoceh terus mengoceh
dua matahari dan bulan terus mengintai
layar putih mulai terisi
berkat hamparan huruf di ujung jemari
inilah wujud dari sepertiga malam
Senin, 22 Juni 2015
Ku Mu
Ku Mu
Seketika lengahku menjadi anehku
Tatkala harimaumu melumat harimauku
Buaya kita bertemu buaya
Ku mengayu dan Mu bersiput
Kujamah bebanmu kau jamah bebanku
Kujamah putihmu kau jamah coklatku
Rebah diatas rambut ungu seribu
Memutar arah utara ke selatan
Barat ke timur halang melintang
Harimaumu melahap coklatku
Harimauku mencicip siput berlendir
Lama lama lama lama...
Merah hangat nan sejuk
Buayamu menggigit daun
Buayaku bergerilya menuju putihmu
Ku dan Mu sudah saling menanti
Berharap akan terjadi
Sutraku dan sutramu terbang tak tau arah
Ku mencari Mu, Mu mencari Ku
Maling ini membantu Ku bertemu Mu
Ku diapit oleh goa lembab tak bergerigi
Bergerigi namun seperti siput
Utara ke selatan, barat ke timur
Lama lama lama lama..
Ku pun luncurkan luncurnya
Mu pun luncurkan luncurnya
Bertemulah Ku dan Mu di seberang surga